Selasa, 31 Maret 2015

BUKU

Nah sekarang kita bahas buku untuk penelitian dan politik baca dari http://www.puskapol.ui.ac.id. Banyak kok buku-buku kece masalah politik apalagi tentang potsi perempuan dalam politik check this out yeah hehe
paradoks (1)
Deskripsi Buku:
Situasi paradox yang terjadi karena pilihan politik electoral menjadi tak terhindarkan bagi perempuan jika hendak masuk dalam institusi representasi politik dan bertarung dalam proses kebijakan publik. Partai politik tetap stategis, sementara keberpihakan pada isu-isu marjinalitas di mana perempuan dengan berbagai wajahnya mengalami berbagai kondisi keterpurukan, tidak pernah hadir. Sehingga dengan mudah muncul pertanyaan: representasi politik perempuan meningkat, peraturan/ kebijakan yang mendiskriminasi perempuan juga meningkat. Simplifikasi seperti ini menjebak gerakan perempuan pada pusaran  agenda yang berfokus pada politik elektoral yang lebih kasat mata, dan cenderung abai pada agenda penguatan basis sosial perempuan di akar rumput yang lebih berliku.
Buku  ini merupakan sebuh upaya untuk membuka mata terhadap persoalan representasi politik perempuan yang kritis dewasa ini. Studi kasus tiga provinsi mungkin belum dianggap mewakili kondisi Indonesia yang berpulau-pulau. Namun buku ini berposisi debagai cermin untuk mengenal dan memahami perkembangan representasi politik perempuan. Harapan kami agar buku ini  bermanfaat bagi para pegiat isu perempuan dan politik, pemilu dan demokrasi, para pengambil kebijakan, pegiat partai politik, dan perempuan yang terjun ke dunia politik.

cover buku panduan 
Deskripsi Buku:
Integritas dan kualitas penelitian buukan hanya tentang apa yang diteliti oleh siapa, tapi juga mencakup bagaimana keseluruhan proses penelitian tersebut berlangsung dan mengapa demikian. Keempat dimensi ‘apa’, ‘siapa’, ‘bagaimana’, dan ‘mengapa’ kita ketahui merupakan dimensi dari paradigm penelitian. Tidak banyak buku panduan metodologi penelitian yang menyertakan pembahasan tentang paradigma karena berbagai alasan. Kadangkala uraian tentang paradigma dianggap terlalu abstrak, sehingga bukannya membantu dalam melakukan penelitian tapi justru menambah keruwetan. Dalam buku panduan metodologi penelitian ini uraian diawali dengan paradigma penelitian dan disampaikan dengan sejumlah analogi sederhana yang ditujukan untuk membantu pembaca memahami pentingnya posisi paradigma dalam sebuah penelitian.
Selanjutnya adalah uraian tentang metode kuantitatif dan kualitatif yang secara praktis dapat dipahami sebagai strategi dalam penelitian. Pada bab ini pun uraian tentang berbagai perbedaan prinsip antara metode kuantitatif dan metode kualitatif disampaikan secara sederhana dan langsung merujuk pada sejumlah pedoman bagi pembaca untuk dapat memahami dan menentukan secara tepat strategi mana yang akan dipilih serta alasan pemilihan tersebut. Bagian selanjutnya menguraikan tahapan dan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan disertai contohnya. Sebagai penutup, para pembaca diingatkan tentang pentingnya etika penelitian. Sebaik atau semenarik apapun isi sebuah laporan penelitian, jika integritas penelitinya tidak dapat dipertanggungjawabkan maka nilai penelitian tersebut akan tercederai. Sejumlah hal penting perlu diperhatikan dalam setiap tahapan dan langkah-langkah penelitian untuk memastikan dijunjungnya etika penelitian dan terjaminnya integritas peneliti.
potret_keterpilihan 
Deskripsi Buku:
Isu keterwakilan perempuan masih krusial untuk dibahas dengan berbagai alasan. Pertama, kalangan elit partai politik masih resisten terhadap kebijakan afirmatif, khususnya ketika aturan afirmatif dalam pendaftaran partai peserta pemilu dan pencalonan legislatif mulai diperketat oleh Komisi Pemilihan Umum. Partai politik masih dengan alasan yang sama kesulitan mencari kader perempuan, terutama di tingkat lokal, sehingga aturan 30% keterwakilan perempuan lebih dilihat sebagai beban.
Kedua, performa perempuan di legislatif secara umum belum memuaskan. Di satu sisi perempuan dihadapkan pada sejumlah kendala internal ketika memutuskan unutk berpolitik, dan berkelindan dengan variable eksternal yang juga tidak mendukung perempuan. Munculnya kasus-kasus korupsi yang dialami politisi perempuan menanbah sulit argumentasi bahwa perempuan membawa perubahan dalam dunia politik yang maskulin. Ketiga, deretan kebijakan nasional dan lokal yang mendiskriminasi perempuan cenderung meningkat dalam lima tahun ini, justru ketika ada peningkatan jumlah perempuan di legislatif. Situasi paradox ini tentu membutuhkan penjelasan, dan membutuhkan kerangka strategi baru dalam mempromosikan keterwaikan politik perempuan ke depan.
Buku ini merupakan potret keterpilihan perempuan di legislatif hasil pemilu 2009. Puskapol UI melakukan riset pengumpulan data perolehan kursi perempuan di DPR, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/ Kota yang bertujuan mendokumentasikan gambaran keterwakilan politik perempuan di Indonesia. Buku ini juga melampirkan informasi tentang jumlah kursi perempuan dan jumlah partai politik peraih kursi di seluruh Indonesia. Harapan kami agar buku ini bermanfaat bagi para pegiat isu perempuan dan politik, pemilu dan demokrasi, para pengambil kebijakan, pegiat partai politik, dan para perempuan yang terjun ke dunia politik.
 Agak telat tapi tidak untuk terlambat mempelajarinya yah guys :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI BARU

 Selamat Siang! kembali bertemu lagi, maafkan vacum yang begitu lama karena satu dan lain hal juga status baru aku. Alhamdulillah resmi meni...